#2-02042017
Harry Potter and Gandalf
Sebenarnya, motivasi untuk menjadi ranking 1 di awal-awal SMP saya usahakan sekuat-kuatnya.
tepatnya setelah semester 1 berakhir.
motivasi saya begitu membuncah dan ane memotivasi diri sendiri menjadi sangat besar.
penyebabnya adalah Harry Potter dan Lord of the Rings, the Fellowships of the rings.
saat SMP, saya benar-benar ketagihan Harry Potter. waktu itu kalau tidak salah, masih sampai seri ke 3, the prisoner of Azkaban.
LOTR sendiri masih di buku pertama dari trilogi LOTR.
seperti cinta pada pandangan pertama. waktu itu ada teman yang punya harry potter seri 1, the sorcerer's stone.
saya pinjem bukunya dan mulai membaca.
dan... saya jatuh cinta.
saya baca lagi.. lagi.. dan lagi.. buku harry potternya.
sampai diminta siempunya. sedih rasanya.
dan karena SMP 2 waktu itu depannya adalah shopping center (jajaran toko buku diskon di samping taman pintar sekarang, yang jualan buku asli dan palsu susah dibedakan) dan hampir setiap hari datang untuk membaca dan melihat buku harry potter. kali aja ada yang sudah dibuka.
dan harapan saya patah. musnah.
waktu itu harga harry potter menaik seiring dengan serinya.
seri 2, chamber of secrets lebih mahal dari batu bertuah, dan prisoner of azkaban lebih mahal dari kamar rahasia.
masalahnya, buku seri 1 pun tidak mampu beli.
sedih memang.
dan datanglah upacara bendera bersejarah itu. dimana diumumkan juara pararel untuk masing-masing kelas. kelas 1 juara pararel 1, 2, dan 3. kelas 2 juara pararel 1, 2, dan 3. seterusnya.
namun, bukan juaranya yang menarik. tapi hadiahnya.
jika juara 1 maka spp gratis 1 semester. juara 2 4 atau 3 bulan gratis spp dan juara 3 2 bulan gratis spp.
jika dihitung-hitung, dengan juara pararel 1 setidaknya 2x, ke 3 buku harry potter akan ku genggam dengan gagahnya.
mulai saat itulah, harry potter motivasi utama belajar.
kerja keras. siang malam.
belajar dan belajar dan belajar.
hingga diakhir semester 2 kelas 1. saya berhasil.
berhasil ranking 6 di kelas..
pupus sudah harry potter. apalagi LOTR.
rasanya.. jangankan menumbangkan Hidayah Sunar. mengalahkan Theo saja awak tak mampu.
dititik itulah, saya menyadari, bahwa impian tak selalu mulus.
meski kita mengejar dengan sekuat tenaga.
harry potter tinggallah harry potter hingga kelas 2 selesai. apalagi LOTR.
mau memfotocopy bukunya pun saya tak tega.
tak tega dompetnya. dan keasliannya.
bagi saya harry potter asli lebih berharga daripada buku wajib matematika karya Sartono Wirodikromo dan Fisika nya Bob Monster.. eh Foster..
-------0000-------
Comments
Post a Comment