#1-290317
Selama tinggal di TIC 3 hari ini rasanya seperti sendirian. Biasanya ngobrol dengan bahasa jawa atau indonesia, tiba-tiba berubah.
Namun, kemarin malam segala mulai berubah. Tak henti-hentinya berdoa dalam hati untuk segera pindah, ternyata memang lain takdirnya.
Menjelang pukul 830 pm. Saya keluar kamar. Bermaksud nyuci baju. Ternyata sudah ada si wahid. Bujang dari afghanistan.
Dan diceritakanlah segala yg berkaitan dengan Afghanistan saat ini. Dimana keadaan lebih baik meskipun al qaeda masih ada di pinggiran.
Afghanistan mayoritas sunni hanafi. Sholat isya'nya, kalo dirumah ada 9 rakaat. 4 rakaat wajib. 2 rakaat sunnah. Dan 3 witir.
Afghanistan.. negeri saudagar purba tempat lewat halur sutera.
Alhamdulillah pagi ini bisa bareng ke mesjid cantik. Masjid jami' turki. Dekat dengan TIC.
Si Muhammad ke masjid memakai sarung. Dikalungkan menutupi kepala hingga badan. Mirip-mirip yang sering dipakai orang Afghanistan di negara aslinya.
Satu-satunya Hal yang membuat saya tidak menampilkan foto adalah karena hp saya mandi di ember sebelum berangkat. Kameranya rusak.
Ada banyak mahasiswa Afghanistan ke jepang lebih kurang 100an tiap tahun berangkat.
Satu Hal yang paling saya rindukan selain keluarga adalah mahasiswa. Saya rindu berinteraksi dengan mahasiswa.
----------------++++------------------
TIC = Tokyo International Center
Comments
Post a Comment