Skip to main content

Posts

PhD Life #Jepang #15

#1-08042017 Kebanggaan Saat diruang makan, ada teman yang bernama Bilal. kami ngobrol sebentar. kemudian datang teman keduanya. tidak nyebut nama. dari universitas mana? dari waseda. jawab bilal. wow keren banget. ngambil apa? IR.. International Relation. dari indonesia ya sin? yap.. mantan pacarku dari indonesia lho sin.. owh ya? dah putus ya sekrang? -- bagian mana dari indonesia? Jogja? Jakarta? Jogja.. jogja.. satu-satu nya provinsi yang dipimpin Sultan.. Sultan? yes. bukannya negeramu Republik? iya republik. tapi kami punya propinsi dipimpin sultan. kok bisa sin? ceritanya panjang.. intinya dulu saat masih berjuang untuk merdeka, Jogja itu sudah merdeka. diberi Belanda. tapi sultan sebelumnya ndak mau. maunya bergabung dengan indonesia. owh.. cew ku "dulu" dari medan. owh.. jauh banget itu dari Jogja. sin.. ya.. kenapa ya aku kok susah mbedain wajah kalian? Hah.. kamu pikir semua wajah orang indonesia sama? semacam...
Recent posts

PhD Life #Jepang #14

#3-07042017 the ̶P̶e̶a̶c̶e̶f̶u̶l̶ stressful of Tokyo beberapa waktu yang lalu saya guyonan dengan mas hifni, kakak kelas super duper jenius dari andalusia. aku berangkat dulu ya mas hifni ke the peaceful of tokyo. bukan the peaceful sin, the stressful of tokyo.. dan kami berdua tertawa tawa.. -- doanya mas hifni menjadi nyata kemarin kamis. entah kenapa ya, saya sudah janjian sama teman jepang saya, si Nishikawa buat ngurus dokumen di kantor kecamatan shibuya. oke. karena belum punya simcard, saya cuma pake wifi di dorm. selanjutnya biarlah Tuhan yang membimbing. entah bagaimana caranya, saya menganggap Shibuya itu sama dengan Shinjuku. maka demikianlah stress saya dimulai. saya sudah siapin spare waktu 1 jam. perjalanan di google cuma 15 menit. jadi ketika tersesat, setiap orang jepang ketemu saya selalu bilang, hati2 di shibuya, orang jepang aja bisa keblasuk. oke dari stasiun Yoyogi uehara langsung menuju, lagi-lagi.. shinjuku. di shinjuku turun lan...

PhD Life #Jepang #13

#2- 07042017 Jumatan pertama di Cami' Masjid, Tokyo merasakan masjid ini penuh sesak, kontras saat subuh yang hanya ada alper alias abdul baqi', membuat saya tidak kecewa. banyak orang yang datang, bahkan dihalaman luarpun digelar sajadah karena tidak muat menampung jamaah. ribuan sepertinya hari ini. hehe.. saya punya agenda tambahan. kata wahid, selepas jumatan ada makan gratis. maka dengan sigap, setelah bahdiyah jumat, langsung keluar. melihat situasi dan memetakan tempat. banyak yang keluar lewat jalur wudhu, bukan jalur keluar masuk yang biasa. maka sepertinya ini gula-gulanya.. benar saja, di lantai bawah ada pembagian makan siang gratis dengan menu nasi dan "gule" turki. ndak tau bagaimana sebutan aslinya. karena masih kenyang maka, gule turki ini saya bawa pulang saja. seperti diduga, sebelum pulang ketemu dengan alper. dia menyapa duluan. saya kan masih bingung dengan situasi dan kondisi yang ada. hehehehe.. -- alper.. si tukang masak...

PhD Life #Jepang #12

#1-07042017 Rise to Fall #1 Kenapa saya pilih SMA N 1 Yogyakarta? kata-kata pilih ini ternyata memberi efek jera pada saya. lebih tepatnya di ojok-ojoki.. di pengaruhi.. Ya, saya dulu pengennya ya masuk SMA N 3 donk.. biar keren dan "kelihatan" berada, berpunya begitu.. namun, keluarga dan teman-teman dekat sepertinya ber kong kali kong membuat plot sehingga saya benci SMA N 3 yang tak bersalah itu. gambaran SMA N 3 menurut saya waktu itu setelah terbujuk rayu SMA N 1 adalah 1. kesekolah jarang atau tidak boleh bawa sepeda. bisanya bawa motor atau mobil. sungguh ini alasan yang sangat kuat. bagaimana tidak. belalang tempur saya waktu itu hanyalah sepeda federal. kalo dia dinistakan, otomatis menistakan saya pula. penghinaan ini tidak dapat diterima. dan digambarkan. bahwa SMA N 1 Yogyakarta adalah tempatnya orang-orang yang bersahaja. baik, ramah, ndeso, polos, wagu tur kuru.. ehhh..   :D SMA N 1 adalah gudangnya orang-orang cerdas dari desa. kuat...

PhD Life #Jepang #11

#1-03042017 Metro dan perempuan Puasa di negara sakura seperti apa? jawabannya enak. hehehe terutama bagi mahasiswa. mungkin awal-awal ini yang saya alami. makan sahurnya, karena dirapel dengan dinner di dormitori, sekitar pukul 12'30 am. subuh jam 4. namun jamaah jam 5. selesai subuh sudah siang. bobo dikit nyampe jam 8. dini hari masih menyala matanya? belum tidur? nah itu masalahnya. saya jadi susah tidur baik di malam dan siang hari. tapi kalo lagi naek metro tokyo, begitu duduk, langsung nguap. dan lagi, karena saya sering diminta bue jaga diri, diwejangi istri juga. kan susah ya.. duduk di kereta, duduk berhadap-hadapan dan didepan kita cew yang roknya seperti sailor moon. padahal hampir semua akhwat tokyo itu ber rok sailor moon. kecuali yang tidak. atau sudah simbah-simbah, kondisi ini serba salah. oleh karena itu, saya sudah berbagai metode untuk menghindari ini. sesungguhnya wejangan ibu dan omelan istri lebih menakutkan dari pada monster nya u...

PhD Life #Jepang #10

#3-02042017 Mimpi bertemu Rasul Kali ini kami membawa Zubair. mahasiswa riset master (Nah dari sini pula saya tau, ada step di jepang sebelum masuk master, jadi riset student dulu 1 semester. kalo lulus lanjut, kalo gak dicariin universitas yang lebih "low grade" -sama JICA-) Selesai subuh, imam sekaligus sang koki mengantar kami keluar masjid. Brother sungguh beruntung sekali, banyak nikmat... banyak banyak banyak sekali nikmat (dalam hati: iya ust. adek saya aja namanya nikmat, belum nikmat adek kelas SMA saya, belum yang lainnya. -memang banyak yang namanya nikmat- tapi hanya 1 yang namanya akhsin+muflikhun.. wkekekeke) yang harus kita syukuri. ya ya ya brother.. kami lah nunduk-nunduk. kamu tau brother, salah satu imam (pemimpin ahli fiqh) jaman dahulu yang bernama imam ash..bla..bla..bla dari mesir, yang hidup 300 tahun yang lalu, ramadhan kemarin mampir ke masjid cami ini. deg.. nah menarik ini.. besok aku cerita sama pak Urip kalo pulang ke kampus. ...