PhD Life #Jepang #3
Risris #2
Risris #2
Tulisan ini bukan untuk melanjutkan risris#1, tapi untuk menunjukkan risris sebelum menjadi direktur dan setelah menjadi direktur lembaga pengkaderan di jogja.
Jika ada teman saya yang dosen, menikah dengan mahasiswinya, maka ini capaian kinerja yang outstanding. Namanya juga dosen. Hehehe.
Pernah suatu ketika, ada pembicara seorang prof.
Dia bercerita bagaimana mendapatkan istri.
Dalam kelas, dia perhatikan satu-satu mahasiswinya.
Jatuhlah kecintaan dia pada salah satu yang hadir.
Jatuhlah kecintaan dia pada salah satu yang hadir.
Maka kepada mahasiswi yang bersangkutan, dipanggillah ke ruangannya.
Diminta duduk.
Diberi kertas dan diperintah.
Diberi kertas dan diperintah.
Baca!
Kalo setuju diam saja. Kalo tidak setuju silahkan beri alasan.
Mahasiswi tersebut diam saja. Keringat dingin sedikit keluar mengetahui dosennya yang kata orang killer ini. Dipandanginya kertas ditangan dengan bergetar. Berguncang hebat.
Tertulis disitu.
Saya suka sama anda. Mau nggak saya jadikan istri?
Setelah beberapa lama dalam kediaman dan keheningan tak berkesudahan bagi si mahasiswi. Si dosen ini menutup perkataannya.
Oke. Anda bisa kembali ke teman-teman anda. Minggu depan saya kerumah untuk melamar.
Titik.
Dramatis bukan? Tapi ini tidak ada apa-apanya dengan risris.
Risris adalah master dalam hal percintaan. Keteguhan dan kebaikan hatinya membuat banyak perempuan senang dan sayang padanya.
Hingga datanglah hari itu.
Diawal-awal hidup di asrama, mengenal risris adalah mengenal cow baik yang rajin adzan subuhan.
Namun, di hari itu berubah.
Saat di depan computer asrama, aku lirik apa yang risris lakukan.
Ternyata dia sedang memandangi fotonya.. bersama cew berjilbab anggun.. cew itu dipeluknya dari belakang.
Tak Cuma itu, ada foto satunya tangannya disandarkan dibahu cew anggun itu.
Deg.
Ternyata cow pondok temanku ini seperti ini. tak se alim yang dilihat.
Siapa ris? Tanyaku.
Mantan sin. Sambil senyum-senyum khasnya.
owh..
Esoknya, saat ada si cucu, ternyata risris sedang melihat-lihat foto “mantan” nya lagi.
Kutanya cucu.
Bener cu, itu mantannya risris? Cantik banget ya..
Dan keluarlah senyum penuh makna dari cucu yang melegenda itu.
Artinya Cuma satu. Ada yang tak beres dengan risris.
Serius nih ris, mantan?
Weh. Tak percaya kau.. hehehe.. ketawa dia pecah.
Aku tertawa lepas. Cucu tertawa. Risris apalagi.
Ku amati lagi foto tersebut.
Ada yang aneh. Pencahayaan yang berbeda. Potongan badan
yang terkesan dipaksakan.
yang terkesan dipaksakan.
Kusaksikanlah pada hari itu, keajaiban photoshop memberi harap bagi lelaki garut ini.
Foto aslinya, risris memeluk pohon dengan senyumnya, ditempellah pohon malang itu dengan cew yang jauh lebih malang itu difoto.
Tak taulah asal mana dia punya foto si cew cantik berkerudung itu.
Begitu pula nasib cew dalam foto tangan risris bertengger dipundah si gadis yang proporsi badan si cew dan risris begitu tak berimbangnya.
Sesungguhnya photoshop menjadi jalan yang memberi solusi bagi risris saat itu.
Dan mengalirlah cerita tentang “mantan calon pacar” nya risris. Berulang-ulang ditembak tak mempan.
Dan malah berakhir si cew yang berlabuh dihati lelaki lain.
Begitulah terkenal senandung chi-pat-kai yang melegenda.
Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada berakhir.
Namun, jangan dikira kisah ini berakhir sedih seperti kisah sedih dihari minggu nya chi-pat-kai.
Salah besar.
Kisah ini happy ending.
Risris mendapatkan istri manis berlesung pipi asal negeri Sumatra.
Yang kisahnya tak kalah haru biru dengan kisah tempel foto photoshop ini.
Gadis itu,
Yang tak lain dan tak bukan, adalah sekretarisnya sendiri saat dia menjadi direktur.
Ya ya ya.. begitulah pujangga satu ini.
NB:
risris sedang menanti lahiran anak keduanya. anak pertamanya ganteng. untung namanya tak sepanjang nama ayahnya. Risris Hari Nugraha Kusnadi Disastra Mangku Bumi Hadiningrat Teladan.
setelah lulus master dari universitas samping mandala bhakti wanitatama, risris bertekad menanjaki mimpi dia sedari dulu,
menjadi bupati Garut yang tangguh.
Comments
Post a Comment