Skip to main content

PhD Life #Jepang #11

#1-03042017
Metro dan perempuan
Puasa di negara sakura seperti apa?
jawabannya enak. hehehe
terutama bagi mahasiswa. mungkin awal-awal ini yang saya alami.
makan sahurnya, karena dirapel dengan dinner di dormitori, sekitar pukul 12'30 am.
subuh jam 4. namun jamaah jam 5. selesai subuh sudah siang. bobo dikit nyampe jam 8.
dini hari masih menyala matanya?
belum tidur?
nah itu masalahnya. saya jadi susah tidur baik di malam dan siang hari. tapi kalo lagi naek metro tokyo, begitu duduk, langsung nguap.
dan lagi, karena saya sering diminta bue jaga diri, diwejangi istri juga. kan susah ya.. duduk di kereta, duduk berhadap-hadapan dan didepan kita cew yang roknya seperti sailor moon.
padahal hampir semua akhwat tokyo itu ber rok sailor moon. kecuali yang tidak. atau sudah simbah-simbah,
kondisi ini serba salah.
oleh karena itu, saya sudah berbagai metode untuk menghindari ini. sesungguhnya wejangan ibu dan omelan istri lebih menakutkan dari pada monster nya ultraman.
1. saya tatap wajahnya. tak berpaling
Hasil - JANGAN DIPAKAI. cew jepang kalo dilihatin oleh orang yang mukanya mirip saya seperti mau diterkam. dia akan langsung pindah tempat duduk.
2. saya nunduk. melihat lantai kereta
Hasil - JANGAN DIPAKAI
Lebih buruk dari melihat wajah, cew jepang akan langsung mengapit kedua kakinya dan me"mliri-i" kita. Sesal kemudian tiada berguna. meskipun kita, amit-amit jabang padi, sekalipun ndak melihat apapun dari dia
3. saya lihat kesamping atas tempat informasi kereta
Hasil - DIPERTIMBANGKAN
untuk jarak dekat bisa dipakai. namun jika lebih dari 8 stasiun leher diarahin 60 derajat kesamping dengan sudut elevasi 60-75 derajat... bisa tengkleng atau kram. gak keren kan keluar kereta lehernya kaku menghadap keatas dengan kemiringan yang tidak umum?
4. Pindah tempat duduk
Hasil - OKE
untuk kereta yang tidak terlalu banyak orang, ini sangat bagus. namun.. hati-hati. lihat tempat duduk yang akan kita kuasai. kalo dibelakangnya ada gambar mopk-mpok hamil, menyusui, simbah-simbah yang bertongkat, jangan diduduki.
ingat. ini bukan komuter di jakarta bro. bisa-bisa mata semua orang ke kita.
5. Berdiri
Hasil - JOSH
kalo bisa berdiri dan kuat. ini lebih baik. lebih macho juga. banyak simbah-simbah tua yang gak mau duduk di kursi biasa. apalagi di kursi khusus "mereka".
gue tua. tapi keladi. tua tua keladi. begitu pesan untuk kita yang masih muda.
6. Tidur
Hasil - LUAR BIASA
tenang saja. tidur dikereta apapun jam atau waktunya itu wajar. atau bahkan dimengerti.
"peringatan"
pastikan tidur kita tidak kebablasan. karena kalo kebablasan, maka bablas lah keretanya juga. Gak lucu kan mau turun di senayan nyampenya di kampung rambutaN ?
namun, dari sekian banyak solusi.
yang paling baik adalah jalan kaki atau naik sepeda.
alasannya 1.
Ngirit bro.
------6666-------

Comments