29032017
#PhD Life #Jepang #2
Tanoto Foundation untuk Indonesia Idol
Jujur, pertama kali mengenal, atau lebih tepatnya mendengar kata tanoto adalah pada saat diasrama Syuhada.
jika selama ini banyak yang mengatakan siswa atau mahasiswa yang hidup di asrama adalah kuper,apalagi mahasiswa asrama masjid yang gratis, maka salah besar.
setidaknya dalam periode saya. hal itu bisa terbantahkan secara langsung oleh si empunya penerima beasiswa Tanoto foundation.
saya tidak banyak atau lebih tepatnya tidak mengenal banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pihak luar maupun dalam kampus. karena ketidakpekaan saya.
tidak demikian bagi Bayu.
bayu adalah contoh bagaimana seorang yang well educated with perfect background covered by humble personality. orang yang cerdas luar biasa dengan keluarga yang baik secara ekonomi maupun kerukunannya.
Bayu adalah anak asrama. angkatan diatas saya. seangkatan dengan Risris dan Cucu yang tempo hari sudah dibahas.
Asli purworejo dan acap kali dalam pembicaraan selalu menganalogikan ke-modernan tempat bernama Purworejo dengan CFC (California Fried Chicken).
"Wee jangan salah ya Sin, Purworejo itu ada CFC ya. di Jogja saja adanya di Malioboro lho" begitu suatu ketika.
Bayu adalah contoh bagaimana mahasiswa yang berasal dari orang berada yang mau tinggal di asrama Syuhada. Tidak tau bagaimana caranya, namun dia mampu bertahan 3 tahun.
dan apa yang menyebabkan dia keluar?
karena dia terpilih sebagai mahasiswa exchange ke universitas nomor wahid se Jepang, The University of Tokyo.
Ya, sementara kami yang masih senang cekikikan dan maen winning eleven, dan sayangnya kalah terus sama si suryadi, bayu sudah mulai menapak mimpinya sedari awal.
Tidak ada halangan untuk setiap orang maju. Tidak ada halangan, hanya karena dia dari asrama mahasiswa tidak bisa berjuang meraih mimpinya.
Bayu. Contoh nyata asrama tidak menghalangi prestasi. Tapi memberi arti.
Nb: bayu adalah kontestan 20 besar indonesia idol #1 atau #2. Lupa saya.
Comments
Post a Comment