#1-07042017
Rise to Fall #1
Kenapa saya pilih SMA N 1 Yogyakarta?
kata-kata pilih ini ternyata memberi efek jera pada saya.
lebih tepatnya di ojok-ojoki.. di pengaruhi..
Ya, saya dulu pengennya ya masuk SMA N 3 donk.. biar keren dan "kelihatan" berada, berpunya begitu..
namun, keluarga dan teman-teman dekat sepertinya ber kong kali kong membuat plot sehingga saya benci SMA N 3 yang tak bersalah itu.
gambaran SMA N 3 menurut saya waktu itu setelah terbujuk rayu SMA N 1 adalah
1. kesekolah jarang atau tidak boleh bawa sepeda. bisanya bawa motor atau mobil.
sungguh ini alasan yang sangat kuat. bagaimana tidak. belalang tempur saya waktu itu hanyalah sepeda federal.
kalo dia dinistakan, otomatis menistakan saya pula.
penghinaan ini tidak dapat diterima.
dan digambarkan. bahwa SMA N 1 Yogyakarta adalah tempatnya orang-orang yang bersahaja. baik, ramah, ndeso, polos, wagu tur kuru.. ehhh..
:D
SMA N 1 adalah gudangnya orang-orang cerdas dari desa.
kuatnya persepsi itu tertanam membuat saya berfikir, jika tak masuk SMA negeri di jogja, balik klaten wae.
dan akhirnya, setelah menunggu-nunggu pengumuman, didapatilah saya termasuk siswa yang diterima.
bagaimana cara saya melihat pengumuman?
--
Begini..
waktu itu saya tidak terlalu berharap untuk diterima. karena saya sadar diri dan sadar kemampuan.
ya gitu. jika nggak diterima, balik klaten. selesai.
maka dihari pengumuman, dengan kaos dan celana kolor plus jepitan, saya kayuh sepeda federal dari rotowijayan ke SMA 1.
sampai di TKP sudah banyak orang tua yang mengantar anak-anaknya untuk melihat pengumuman. siapa tau diterima..
kemruyuk tenin.
jaman saya, adalah jaman kelinci percobaan. karena hanya dijaman sayalah sistem ini dibuat.
jadi setelah lulus SMP, kita tidak bisa langsung menggunakan NEM SMP untuk daftar SMA. kita harus ikut ujian masuk SMA yang kita inginkan.
misal, saya tertarik ke delayota, atau SMA 8 Jogja, maka saya akan tes masuk di SMA 8. bagaimana jika ndak lolos? langsung swasta.
karena sistem ini, banyak teman-teman SMP saya yang cerdas jadi terpental ke sekolah swasta.
--
saya mulai lihat dari 240. sadar diri, rangking saya pasti penguni zona degradasi.
nama.. nama.. nama.. akhirnya nongol diangka sekitar 160-an. lumayan lah.
ya.. jika yang lain pake baju hem, diantar orang tua, saya mbedo. jepitan, kaosan, koloran, sepedaan. sendirian..
selesai. pulang. ngabarin kalo diterima. dan lanjutin hidup.
saya tidak tau kalo gegara ini, saya masuk dalam Tenkaichi Budokai. pertandingan beladiri ala dragon ball.
dan kehidupan seram seram penuh jantungan selama 3 tahun "baru" saja dimulai.
dan itu dimulai oleh Matematika.
--
bicara matematika adalah bicara kebanggaan. saya lulus SMP bermodal nilai matematika yang lumayan bagus. maka, di SMA, saya sangat percaya diri dengan ini.
gampanglah ngalahin temen-temen.. begitu hati mengompori.
--
bencana itu datang saat pelajaran minat bakat selepas sekolah. ada club olimpiade.
tentu saja sama masuk donk. maksudnya, memasukkan diri. kelas matematika olimpiade sangat keren. hanya orang-orang pilihan yang masuk ke sini.
saya salah satunya.
dan pelajaran pertama, saya ingat betul. karena setelah ini saya.. saya .. nanti lah ceritanya..
guru olimpiade adalah bu murni.
di Teladan, guru pengampu mata pelajaran matematika dapat dibuat sebuah cerita.
berikut ceritanya.
Matematika adalah ilmu "murni", memakai banyak operasi bilangan, salah satunya suda sana "sudi" sini. boleh menggunakan metode pe"narlan"nan. jika susah, maka bisa di bongkar sana bu"karsini". setelah selesai, jawaban pun di"bundari".
saking sayangnya kami sama guru-guru kami, kami hafal dengan kode soal setiap semester untuk matematika.
contoh jika disamping halaman, di tengah bagian bawah kertas soal ada kode sn, maka pembuat soal adalah pak narlan.
nah kalo ada kode khusus, dan dibuat sangat khusus, yaitu oooshooo, kita nyebutnya osho.. maka kelar hidup loe. ini kode pembuat soal pak sidi.
kelar hidup loe karena soalnya bisa membunuh siswa. saya salah satu yang tumbang paling awal.
--
Bu murni mengajarkan ilmu peluang, komposisi dan permutasi soal orang naek dari lantai 1 ke lantai 3 di gedung utama sma. ada berapa cara agar 2 orang tidak bertemu jika salah satu naek dan salah satu turun.
yang lain dengan sigap mengerjakan. sedangkan saya... plonga plongo. ga donk.
kapok saya. saya memang tak ditakdirkan jadi the next John Nash, jenius dari beautiful mind, west virginia.
minggu berikutnya saya banting stir. gak mau lagi ikut kelas olimpiade matematika.
saya pun ikut.
kelas.. Penyiar Radio Sekolah..
--
Comments
Post a Comment