PhD Life #Jepang #4
#1-30032017
#1-30032017
Abdul Baqi'
Hari kedua bersama 2 teman Afghanistan. Muhammad dan Wahid. Kami berjalan kembali menuju ke Jami' Turkey Mosque.
Setelahnya, kami tidak langsung pergi. Muhammad alias nuri ternyata bisa bahasa Turki. lancar seperti Ferrari.
Obrolan dengan imam sholat yang ternyata dia adalah semacam Marbotnya. Abdul Baqi'. Turkey native. dia bukan imam sesungguhnya. dia hanya "Marbot". Tinggal di Masjid di lantai bawah. 22 tahun di Jepang dengan 20 tahun sebagai koki.
Pembicaraan kami bermula dari soal makan. Akan ada makan gratis hari ini sebagai ifthar yang berpuasa. dilanjutkan ada makan gratis pula selepas sembahyang jum'at.
Dengan merembet ke daging halal. Nuri bilang banyak restoran Turki sekarang di Tokyo. Ya, Abdul Majid menyebut sekitar puluhan restoran di seluruh Tokyo.
Dan pertanyaan Marbot ini, sederhana namun menyentuh hati. Benarkah daging halal di Tokyo itu "Benar-benar" halal? hehe..
Malu hati ini. jangankan bicara tentang halalnya daging halal. berfikir soal pilihan soal makan saja kami masih miskin perhatian.
Dan kami jelas bukan orang yang bisa mendebat soal itu. Bahwa daging ke Jepang sebagian besar berasal dari Brazil dan Autralia-New Zealand. Permasalahan utama adalah soal cara membunuhnya.
Ya. Debatable lah kata Baqi'. Ulama A boleh, Ulama B tidak. Indah.
Bergeser ke masalah kursus gratis bahasa arab yang diberikan gratis di masjid. Guru tahun lalu adalah professor asal Syiria yang menjadi professor di Keio. Tahun ini belum tau siapa yang akan mengajar.
Terakhir sebelum kami pulang, Wahid berkata: Terpujilah teman-teman Turki. dia banyak membantu saat ini dan dulu di Afghanistan. menyediakan bantuan yang sangat berarti bagi rakyat Afghan.
Termasuk di Tokyo. disamping Masjid, InsyaAllah 2 tahn lagi akan ada Islamic center. dan rumah tetap bagi imam juga.
dan diakhiri dengan politik.
Marbot menambahkan 1 hal tentang ini.
Kami, orang turki tidak menganggap Namrudz, Firaun itu orang paling jahat. Tidak. Tidak.
Sesungguhnya Dajjal sebenarnya bagi kami umat muslim Turki adalah Attaturk. Dia menghapus Islam di Turki. Penuh perasaan marbot ini bercerita bagaimana puluhan tahun Adzan dilarang. Ulama (Imam) dibunuh, dll.
Tapi keadaan berjalan membaik. Slowly but Surely. Bahwa ada yang setuju dengan islam dan tidak setuju di Turki itu biasa.
Turki beruntung memiliki Islam. Karena ada 4 kota didunia yang menjadi penting bagi dunia islam.
Mekkah, Madinah, Yerussalem, dan Istanbul (Constantinopel).
Ya.. banyak hal yang bisa disyukuri dari masing-masing kami.
Aku bersyukur Indonesia negara yang damai. Wahid bersyukur Afghanistan sekarang lebih stabil dan aman. Dan sang marbot, ahh.. kami hanya remah jika dibandingkan dia. debu yang kebetulan bersinggung dengan berlian ini.
Apa kabar, marbot.. aku merindukan masa-masa dimana marbot adalah sebuah perjalanan hidup yang menyenangkan.
dan ingatan 11 tahun lalu kembali terulang.
.......-------........
Comments
Post a Comment